Penilaian kinerja desa dalam pelaksanaan konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa. Pedoman mekanisme penilaian kinerja desa ini disusun sebagai upaya untuk memastikan bahwa desa mampu menjalankan kewajibannya dalam menanggulangi stunting secara efektif dan terintegrasi dengan berbagai pihak terkait. Stunting, yakni kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia, merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas nasional.
Konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting adalah pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai intervensi spesifik dan sensitif, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan alokasi Dana Desa yang semakin memadai, desa diberikan kewenangan dan sumber daya untuk secara mandiri melakukan upaya penurunan stunting. Namun, agar sinergi ini berjalan optimal, maka diperlukan mekanisme penilaian kinerja yang sistematis, transparan, dan terukur.
Melalui pedoman ini, berbagai pihak dapat mengukur tingkat keberhasilan desa dalam pelaksanaan program konvergensi stunting, memberikan apresiasi atas pencapaian, serta mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, pedoman mekanisme penilaian kinerja desa ini dapat menjadi alat evaluasi sekaligus mendorong peningkatan kinerja desa untuk mencapai target nasional penurunan angka stunting.
Penilaian kinerja desa dalam konteks konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) secara berjenjang, bersama pemerintah daerah kabupaten/kota dan provinsi, guna mengukur dan menilai kinerja pemerintah desa berdasarkan indikator dan periode waktu yang telah ditetapkan.
Tujuan utama penilaian ini meliputi:
Penilaian ini tidak hanya sebagai evaluasi administratif, tetapi juga sebagai monitoring efektivitas program konvergensi di tingkat desa agar intervensi dapat berjalan holistik dan berbasis bukti yang terukur. Hal ini menjadi sangat penting mengingat penanganan stunting memerlukan sinergi multi sektor yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.